KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
164. Innosensius II (1130-1143)
Innosensius lahir di Roma dengan nama kecilnya Gregorius Papareschi atau Guidoni. Pencalonannya adalah keinginan keluarga Frangipani yang ditentang oleh Anakletus II, kandidat dari kelaurga Pierleoni. Akbibatnya Anakletus menjadi penguasa Roma dan Innosensius melarikan diri ke Perancis. Dengan dukungan St. Beranrdus, Innosensius kembali ke Itali, mengunjungi seluruh negeri dan mengundang konsili untuk melawan Anakletus ke manapun ia pergi. Pada akhirnya ia meminta bantuan Lothair Saxony yang telah didukung Honorius II, Lothair menyembahnya, mencium kakinya dan menuntun bagal yang dinaiki oleh Innosesius. Jadi secara public, ia menampakkan ketaatan dan kehambaannya kepada paus. Sebagai balasannya, ia dimahkotai sebagai kaisar. Persaingan antara Innosensius dan Anakletus berlangsung 8 tahun. Masing-masing membual tentang beberapa aspek legalitasnya. Pada wafatnya Anakletus, seorang paus tandingan baru terpilih yakni Viktor IV dari bangsawan Tuscolani. Tetapi hanya dalam tempo 2 bulan ia mundur berkat bujukan St. Bernardus. Akhirnya jalan licin bagi Innosensius untuk mewujudkan pelayanannya secara bebas dan terpilih menjadi paus pada 23 Februari 1130 atas dukungan St. Bernardus dan St. Nobertus. Ia mengadakan dua konsili; satu di Roma dan satu lagi di Perancis. Konsili pertama meghukum paus tandingan yaitu Anakletus II (1130) dan mengekskomunikasi Ronger II dari Sisilia karena telah merampas kekuasaan pasi atas Apulia dan Calabria. Untuk mendukung haknya, paus menyatakan perang melawan Ronger II namun ia dipenjarakan bersama para cardinal dan diharuskan menandatangani perjanjian perdamaian yang memalukan. Konsili kedua, menghukum bidah filsuf Petrus Abelardus dan mengekskomunikasi Raja Louis VII dari Perancis karena bersimpati pada ajaran Petrus Abelardus. Innosensius memperbaiki gereja St. Maria di Trastevere dan menhiasinya dengan mosaic yang mengagumkan. Pada tahun 1138, Uskup Agung Theobald dari Canterbury menerima gelar Legatus Natus. Gelar ini terus berlanjut sampai pada penggantinya, hingga Masa Reformasi. Innosensius wafat pada 24 September 1143.
|